212 The Spirit Of Love Tayang, Intensitas Pengunjung CGV Transmart Tegal Meningkat

INDONESIASATU.CO.ID:

TEGAL - Peristiwa konsentrasi massa paling spektakuler sepanjang sejarah peradaban manusia telah menorehkan guratan tebal dalam peta bumi terkini. Gurat tebal itu berada di kawasan Monas, Jakarta Indonesia dengan berkumpulnya 7 juta (tujuh juta) anak manusia dalam satu tujuan dengan nama Aksi 212.

Tidak ada satupun penguasa didunia yang tidak gentar menghadapi gelombang jutaan orang bergerak menuju satu titik yaitu ibukota dihari dan waktu bersamaan.

Fragmen itu terdokumentasikan serta dikemas dalam sebuah film epik dan apik Aksi 212 The Spirit of Love yang kini diputar diberbagai pusat-pusat perbelanjaan seperti cinema CGV Transmart diseluruh Indonesia termasuk di CGV Transmart kota Tegal yang terletak di jalur pantura.

Sementara pihak manajemen CGV Transmart Tegal membenarkan terjadinya peningkatan pengunjung CGV Transmart ketika film 212 The Spirit of Love ditayangkan dengan 6 (enam) kali jam tayang. Rata-rata jam tayang dipenuhi berkisar diatas 100 (seratusan) pengunjung.

“ Kami menggunakan auditorium 4 dari beberapa auditorium yang dimiliki CGV Transmart untuk pemutaran film The Spirit of Love. Auditorium itu berisi 118 sheet. Diputarnya pada hari pertama kemarin (Rabu, 9/5 – red) menunjukan indikasi peningkatan antara 60 – 70 %,” Ungkap Assistant Cinema Manager (ACM) CGV Transmart Tegal, Miftahus Salam melalui Supervisornya Ramadhanu Isnan pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu (JIS) di ruang kerjanya, CGV Transmart Tegal (Kamis, 10/5).

“ Jam tayang yang paling padat dikunjungi pada jam 19.30 dan 21.45. Kami memutar film tersebut sebanyak 6 kali show dalam sehari. Pertama jam 10.45 pagi, 15.00 dan 17.15 Wib serta pada pukul 19.30 dan 21.45 Wib dengan harga tiket Rp 35.000 pada hari regular dan Rp 45.000 pada hari libur,” lanjut Ramadhanu.

Menurutnya, pada jam tayang malam, pihak manajemen bahkan menambah separoh auditorium 5 karena auditorium 4 pada jam tersebut full sehingga diperlukan perluasan ruang. Peningkatan grafik pengunjung CGV tersebut meski tanpa promosi yang gencar, namun informasi yang mencuat ditengah berbagai komunitas melalui media sosial menjadi salah satu faktor meluapnya minat pengunjung film 212 The Spirit of Love. Termasuk kelompok masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Film Islami atau Kopfi. Sebuah komunitas yang dibentuk oleh sekumpulan anak muda pecinta film Islami pada tahun 2015 di Jogyakarta. Komunitas ini bahkan eksistensinya hingga menyebar ke mancanegara melalui pelajar Indonesia di luar negri.

Film garapan Jastis Arimba yang dibintangi  aktor dan aktris kawakan Fauzi Badillah, Meyda Safira, Asma Nadia, Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid dan Roni Dozer itu juga membuat decak kagum Prabowo Subiyanto, Ketua Umum partai Gerindra.

" Pokoknya saya himbau kader Gerindra wajib menonton film ini," Seru Prabowo yang dilansir situs garudayaksa beberapa waktu lalu.

Seruan nonton bareng film 212 The Spirit of Love itu juga datang dari para alumni aksi 212 yang diantaranya dari Ustad Ansufri Idrus Sambo.

" Aksi 212 kini menjadi kebanggaan umat Islam, tidak hanya di Indonesia juga di dunia. Bahkan ini menjadi kebanggaan sejarah," Ujar Ustad Ansufri Idrus Sambo pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu (JIS) Regional Jawa Tengah melalui pesan singkat WhatsApp, (Rabu, 10/5).

 " Bayangkan sekitar 7 juta orang berkumpul dalam waktu bersamaan disatu tempat, tanpa menimbulkan kekerasan atau korban," Katanya. Menurutnya, peristiwa aksi 212 selain diabadikan dunia internasional, bagi penganut agama lain juga tenang menjalankan aktifitas ibadahnya. Bahkan secara bersamaan disebrang aksi 212 tepatnya di gereja Katedral berlangsung pasangan pengantin sedang mengikrarkan janji suci tetapi tidak terganggu bahkan ikut dijaga oleh peserta aksi 212 hingga acara ikrar janji suci dapat berjalan hingga selesai.

" Bahkan yang ditanamkan pada peserta aksi, sebisa mungkin, rumput tidak diinjak, ranting pohon tidak ada yang patah," Demikian Ustad Ansufri Idrus Sambo.

Disebutkan bahwa himbauan nonton film 212 The Spirit of Love itu ditujukan untuk menginspirasi umat Islam selain mengabadikan semangat perjuangan dan gerakan damai umat Islam Indonesia, juga memberikan kesempatan para pendukung aksi 212 yang tidak menghadiri saat aksi itu berlangsung dengan nonton bareng film tersebut.

Film itu sendiri bertutur tentang sosok orang tua yang bertekad datang meski ditempuh dengan jalan kaki dari Garut menuju aksi 212 dengan anaknya (diperankan Fauzi Badillah) sebagai Jurnalis yang menentang ayahnya berangkat ke aksi 212. Namun sang anak luluh terhadap semangat dan sikap patriotik ayahnya yang pada akhirnya berangkat bersama menuju aksi 212. (Anis Yahya)

 

Berita Terbaru

Index Berita