Kepala BNN Provinsi Sulteng, Brigjen Pol. Suyono: Tidak ada tempat bagi ASN Pengedar maupun Pemakai Narkoba

supriyono, 07 Aug 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI - Selasa, (06/08/19), bertempat di Rumah Jabatan Bupati Morowali, Pemda mengadakan jamuan santap malam bersama dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Suyono, MM, M.BA berserta jajarannya. Dalam jamuan santap malam ini, Bupati Taslim didampingi oleh Forkompinda, Sekretaris Daerah, Pimpinan OPD lingkup Pemda Morowali, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pemerintah daerah melalui Bupati Morowali, Taslim menyambut dengan senang hati kunjungan yang dilakukan oleh seluruh jajaran BNN Prov. Sulteng. Taslim berharap selain menjalin silahturahim, kunjungan ini merupakan upaya untuk menyamakan langkah dalam memberantas pengedaran dan penggunaan narkoba di Kab. Morowali.

“Kiranya kunjungan ini dapat menyatukan langkah antara pemerintah daerah dengan BNN dalam upaya memberantas pengedaran dan  penggunaan narkoba di daerah, sebab persoalan penyalahgunaan narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat”, harap Taslim.

Mengawali sambutannya, Kepala BNN, Suyono menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dari Bupati  Morowali dan seluruh jajarannya. Sambutan yang luar biasa, bahkan dilanjutkan dengan jamuan makan malam.

“Atas nama pribadi dan sebagai Kepala BNN Prov. Sulteng mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari pemerintah daerah, melalui jamuan santap malam, saya tidak menyangka jika sambutannya demikian baik “, ujarnya.

“Narkoba merupakan faktor yang bisa menghancurkan masa depan bangsa, manakala tidak dilakukan langkah-langkah cepat. Yang sudah terpapar narkoba sekitar 3-5 Juta, di Sulawesi Tengah berdasarkan hasil penelitian UI bekerjasama dengan BNN RI tahun 2017, dari jumlah 2,15, Juta, yang sudah menggunakan narkoba 36.594 orang”, lanjut Suyono.

Kepala BNN Prov. Sulteng menegaskan jika saat ini telah terjadi pergeseran dari pengguna kalangan dewasa pekerja ke kalangan anak muda, khususnya pelajar SLTP dan SLTA, bahkan terdapat juga anak SD yang direhabilitasi berjumlah 138 0rang, bahkan ada anak SD kelas V. Hal ini membuktikan bahwa bahaya narkoba dapat menyebabkan kehilangan generasi produkti.

Selanjutnya, menurut Suyono, “narkoba yang masuk ke Kab. Morowali berasal dari daerah Palu (Kayumalue dan Anoa), Sidrap, Surabaya dan Jakarta langsung ke Kab. Morowali”, pungkasnya

“Di Morowali, tahun 2017 yang ditangkap sebagai pengedar berjumlah 21 orang dan tahun 2018 berjumlah 42 orang, dan Januari-Juli 2019 berjumlah 33 orang, dari jumlah tersebut terdapat pelajar sejumlah 133 orang”, ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Kepala BNN berharap agar Bupati Morowali dapat memberikan sanksi yang tegas kepada ASN yang terlibat dalam kejahatan narkoba, baik sebagai pengedar maupun sebagai pemakai.

“Saya berharap kepada Bupati Morowali agar berani dalam memberikan sanksi yang tegas kepada ASN yang terlibat kejahatan narkoba, baik sebagai pemakai maupun sebagai pengedar, tidak ada tempat bagi ASN yang terlibat”, tutup Brigjen Suyono.

Sebagaimana diketahui, bahwa BNN merupakan lembaga yang langsung di bawah Presiden dan setingkat dengan kementerian yang terdiri dari kurang lebih 20 instansi. Dalam tubuh BNN terdiri dari 4 pilar atau bidang, yaitu: bidang pencegahan, bidang pemberantasan, bidang rehabilirasi, dan bidang kesehatan. (Supriyono)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu