Ketua KPU Morowali: Yang Bisa Memilih Bupati dan Wakil Bupati  Harus Punya KTP Elektronik  dan Surat Keterangan dari Dukcapil Kabupaten Morowali 

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI- Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Morowali Wahyudin Abd Wahid,SH menegaskan bahwa bagi masyarakat Morowali yang bisa memilih pada Pilkada tanggal 27 Juni 2018 adalah Masyarakat Kabupaten Morowali yang mempunyai KTP Elektronik dan  Surat Keterangan  dari Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil  Kabupaten Morowali dan jika tidak ada dua syarat tersebut maka tidak bisa memilih.

Hal tersebut dikatakan pada saat memberikan sambutan pada  acara jalan santai yang di gelar dari Desa Parilangke hingga berahkir di Lapangan Bola belakang Kantor Camat Bumiraya Kabupaten Morowali bersama para Paslon dan Masyarakat Kecamatan Bumiraya.Minggu (6/5/2018).

Acara jalan santai di lepas oleh Ketua KPU Wahyudin dan jalan santai di mulai dari Desa Parilangke dan berahkir di Lap Bola belakan Kantor Camat Bumiraya Kec Bumiraya, hadit Empat Komisioner KPU, Ketua Panwas Kabupaten  Ruslan,SH, Paslon nomor urut 1 Drs Taslim, Paslon Aminudin  Awaluddin nomor urut 2, dan Paslon nomor 4 H.Silahudin Karim,S.Sos, Aminudin Awaludin, Wakil Ketua II  DPRD Kabupaten Morowali Kuswandi. anggota DPRD Ahmad Efendi, Peserta jalan santai 1000 orang.

Dalam acara tersebut KPU menyediakan beberapa Hadiah yaitu: 
1 Motor 1 buah
2.Kulkas 3 buah 
3. TV tiga .
4 Kupas angin 4 buah .
5 Dispenser 4 buah.
6. Setrika 4 buah.
7.HP 10 buah 

Dalam sambutanya  Ketua KPU Wahyudin mengatakan proses pemutakhiran dan telah diumumkan dalam pemilihan tetap dan KPU telah mengakomodir untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati. Bahwa tgl 27 Juni 2018 kita akan melakukan pemilihan dan pada saat itu agar warga datang untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati.

Proses kampanye sudah dilakukan dan untuk dana yang akan digunakan dalam Pilkada sebesar  38  milyar.  Mari kita wujudkan Pilkada yang Damai. Adanya keterlibatan ASN ,Kades dan Perangkat dan jika terlibat langsung maka akan diproses lsecara hukum,untuk itu laporkan kepada Panwas.

"Jika bapak atau ibu yang belum tercacat maka laporkan kepada Panwas, dan nanti akan direkomondasikan, dan jika akan memilih maka bisa membawa KTP Eletronik dan Surat Keterangan dari Dukcapil. Jika tidak ada dua alat bukti tetsebut maka tidak boleh memilih. Untuk itu mari masyarakat Bumiraya datang di TPS untuk memilih sesuai dengan pilihanya," ajak Ketua KPU.

Ketua  Panwas Kabupaten Morowali Ruslan,SH mengatakan, Panwas yang dilakukan harus mengacu kepada Peraturan yang berlaku, Masyarakat diharapkan dapat melaporkan jika ada pelanggaran kepada Panwas.
Larangan untuk memberi sesuatu dan bukan hanya pemberi akan tetapi juga yang diberi dan jika terbukti hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun.

"Jika terbukti ASN, Kades, Perangkat desa terbukti bersalah maka bisa mengagalkan  Paslon  untuk itu agar  berhati hati dalam hal ini," ungkapnya.

Selanjutnya bagi para Paslon diberikan untuk memberikan penyampaian Visi dan Misi. (Supriyono) 

Index Berita