Tahun 2018 BPN Programkan  5000 Bidang  PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Langkap)

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI- Tahun 2018 ini Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Morowali telah memprogramkan 5000 bidang sertifikat tanah melalui program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap)  
.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Ketua PTSL Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Morowali Darman,A.Ptnh kepada media ini diruang kerjanya. jumat(11/5/2018)

Menurutnya ada sebanyak 5000 bidang tanah yang akan mendaptkan sertifikat tanah melalui program PTSL yang tersebar dari 15 Desa di Kabupaten Morowali, akan tetapi untuk sementara masih 9 desa sudah jalan pengukuranya.

Yaitu Desa Ungkaya, Desa Moahino Kecamatan Witaponda dan Desa Topogaro di Kecamatan Bungku Barat, Desa Bahomohoni dari Kecamatan Bungku Tengah serta  Desa Bahomoahi, Desa Kolono dari Kecamatan Bungku Timur dan Desa Siumbatu, Desa Lalampu, Desa Dampala dari Kecamatan Bahodopi.

Kalau utuk pengukuran yang sudah kita lakukan sudah mencapai  75 persen harapan selesai pengukuran sebelum bulan Puasa.Ungkap Darman.

Lanjutnya, Kegiatan PTSL ini satu tahun anggaran dan dari 5000 yang hampir selesai pengukuran sebanyak 4000 bidang tanah . Dan untuk semetara pengukuran Desa Dampal , Desa Siumbatu dan Bahomoai masih dalam pengukuran dan sisanya  sudah selesai pengukuran.

Kalau 9  Desa tidak mencukupi maka akan kita ajukan di 15 Desa yang belum mendapatkan, akan tetapi sudah mendaptkan penyuluhan yaitu  Desa Bahoeya reka reka, Desa Lele, Desa Padabaho dan Desq  Labota serta Desa Matansala .

Untuk Program PTSL ini tidak memberikan target pada bidang itu,  akan tetapi ini kita petakan semua dan diukur semua baik yang masalah maupun tidak bermasalah makanya tidak bisa ditargertkan.

Kabupaten  Morowali yang sudah disertifikatkan sebanyak  40 persen dan yang belum 60 persen , target Presiden PTSL ini tahun 2023 selesai semua sertifikat .

Dan untuk Target secara  nasional bulan Oktober selesai akan tetapi untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah   kita targerkan bulan Juni 2018 Selesai sertifikat untuk tahun ini.

"Kemudian untuk masalah pembiyaan APBN Pusat, mungkin ada administari di desa, mateia, patok itu urusan Kades dengan Masyarakat, Kita di BPN mengetahui lengkap semua, ada mateai, biaya patok, dari BPN Gratis. Biasanya masalah kepengurusan Program PTSL warga yang  ingin mengajukan harus melalui Kades,"Ungkap Darman.

Masih Ungkap Darman, bahwa selain Program PTSL pihak BPN Kabupaten Morowali juga ada  program  lain yaitu Ridistribusi tanah untuk tahun ini sebanyak 500 yang rencananya untuk di Desa  matarape dan Topogaro .

Kemudian untuk masalah hambatan dalam program ini masih  kekurangan tenaga pengukur dan administrasi dan jaringan internet  karena On Line, sehingga agak lambat.

Serta terkait dengan NIK KTP kadang kadang kita masukkan yang masuk nama lain , ada sekitar 20 NIK yang bermasalah dan pihak desa sudah   melakukan validasi di Dukcapil. Imbuhnya.(supriyono).

Index Berita