Terkait Dugaan Petugas  SPBU Bahomohoni Lakukan Pungli Rp.5000 per Jerigen,Warga Minta Pihak Berwajib Tindak Tegas Petugas SPBU

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI- Sungguh Sangat disesalkan tindakan oknum petugas SPBU Bahomohoni Kecamatan Bungku Tengah yang diduga telah dengan sengaja melakukan pungutan liar .

Dugaan pungutan liar tersebut dilakukan oleh  pihak petugas SPBU dengan cara memungut biaya pengisian yang dalam satu jergen di kenakan biaya sebesar Rp.5000 , yang di minta kepada para pemilik jergen yang akan melakukan pengisian BBM  di SPBU dan diduga kuat uang hasil pungli tersebut masuk pada kontong petugas SPBU.
Hal tersebut diinformasikan oleh salah satu sumber Irfan kepada media ini. Selasa (17/4/2018).

Menurutnya kejadian ini sudah lama terjadi dan kalau kita ambil rata - rata jergen yang masuk di SPBU sekitar 800 jergen per hari, sehingga akibatnya para pengedara banyak yang antri dan tidak kebagian BBM di SPBU Bahomahoni. Karena BBM  sudah habis diperuntukan untuk mengisi jerigen.

Biasanya pihak Petugas SPBU memasang papan pemberitahuan kepada para warga yang akan mengisi BBM  yang bunyinya  BBM habis,  padahal masih sekitar pukul 16.00 Wita dan langsung menutup SPBU, selanjutnya baru besok pagi pihak SPBU membuka kembali dan  melakukan pengisian BBM lagi, itu pun terbatas hanya sekitar pukul 06.00 sampai pukul  08.00 Wita dan lagi pihak SPBU mengatakan bahwa  BBM habis, sehingga  harus menunggu lagi mobil tangki SPBU yang  datang di SPBU untuk  mengisi di SPBU Bahomohoni dari  sekitar pukul 12.00 sampai pukul 13.30 baru selesai pengisian mobil tangki ke tangki SPBU.

"Jadi kalau kita hitung waktu mengisi BBM dari mobil tangki ke tangki SPBU  hanya beberapa jam saja, selanjutnya jika tidak dari awal kita melakukan  antri maka bisa dipastikan para pengedara tidak kebagian BBM," Kata Irfan.

Lanjut Irfan, "Kalau kita ambil rata rata dalam satu hari yang antri  jergen sebanyak 800 dan jika kita kalikan Rp. 5000 per jergen jadi hasil rata rata pendapatan petugas SPBU dalam  satu hari bisa mencapai Rp.4000.000."

Bahkan pihak aparat sudah pernah melakukan razia di SPBU akan tetapi masih saja bandel dan justru orang  yang bukan petugas SPBU juga ikut memegang nosel serta melakukan pengisian jegen.

Hal ini sangat disesalkan. untuk itu kami selaku warga Bungku miminta agar pihak penegak hukum melakukan tindakan tegas kepada petugas SPBU Bahomahoni Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali.

Jadi mohon sekali lagi harus ditindak tegas pungli yang terjadi di SPBU Bahomahoni, kalau kita lihat papan pengumuman yang dipasang oleh Pemda Kabupaten Morowali di areal SPBU  sudah jelas- jelas dilarang mengisi jergen dari jam 08.00 sampai pukul 16.00 Wita .akan tetapi pihak SPBU tetap melakukan pengisian jergen dan dugaan pungli.

"Kami sebagai masyarakat awam bertanya - tanya lalu siapa yang harus bertanggungjawab atas masalah ini sampai berkepanjangan?" Tanya Irfan. (supriyono)
 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita